st. theresia

Renungan :

Injil hari ini diambil dari Yohanes 15–16:4. Dalam Injil ini, Yesus bersabda bahwa kita harus bersaksi karena kita sejak semula bersama-sama dengan Dia. Bersaksi berarti menghadirkan Yesus melalui perbuatan, sikap, dan perkataan yang mencerminkan kasih serta kebenaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam Injil juga dikatakan bahwa Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Yesus dan menuntun kita kepada kebenaran.

Kesaksian bukanlah sekadar dakwah atau menjelaskan agama, apalagi menghujat agama lain. Kesaksian yang sejati adalah ketika hidup kita mampu menghadirkan Kristus di tengah masyarakat saat ini. Apa yang kita lakukan, katakan, dan tunjukkan melalui sikap hidup sehari-hari menjadi gambaran tentang Yesus sendiri.

Namun Yesus juga mengingatkan bahwa ketika kita bersaksi tentang Dia, kita bisa dibenci bahkan ditolak oleh dunia. Mengapa demikian? Karena ajaran Yesus berbeda dengan ajaran dunia. Yesus mengajarkan kejujuran, kasih, kerendahan hati, dan pengorbanan, sedangkan dunia sering kali mengajarkan keserakahan, kebencian, dan kepentingan diri sendiri.

Dalam 1 Petrus 3 juga dikatakan bahwa lebih baik menderita karena berbuat baik daripada bersenang-senang karena berbuat jahat. Karena itu, kita diajak untuk tetap setia melakukan kebaikan seperti yang telah diajarkan Yesus sendiri.

Sumber kekuatan kita dalam bersaksi adalah Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita. Roh itu akan mengajarkan dan menuntun kita agar tetap hidup dalam kebenaran Kristus.

Melalui Injil hari ini, kita diajak untuk berani menjadi saksi Kristus di tengah dunia. Bukan hanya melalui kata-kata, tetapi terutama melalui hidup yang penuh kasih, kejujuran, dan kebaikan. Beranikah kita menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari?

Renungan dari

Rm. Yohanes Gani Sukarsono, CM.

Kategori

Renungan Harian

Waktu

11 May 2026, 06:00 - 06:00